
Asal nama ini, dan semangat di balik aplikasi yang kami bangun.
Hallasan — pandangan dari puncak
Halla (漢拏) dalam aksara klasiknya berarti "gunung yang menarik Bima Sakti" — 漢 adalah Bima Sakti, 拏 berarti menggenggam. Gunung Hallasan adalah puncak tertinggi di Korea Selatan (1.950m), dengan danau kawah bernama Baengnokdam di puncaknya. Bagi orang Korea, Hallasan bukan sekadar gunung — ia ikon kultural "pandangan waspada dari tempat tertinggi".
Jeju — pulau tempat kami memulai
Pulau vulkanik Jeju, tempat Hallasan menjulang, dikenal luas sebagai lingkungan alami paling bersih di Korea — Cagar Biosfer UNESCO dan Situs Warisan Alam Dunia. Penduduk lokal menyebutnya 삼다도, "Pulau Tiga Kelimpahan": angin, batu, dan wanita. HallaScan lahir di pulau ini.
Halla dan halal terdengar mirip. Nama ini akrab bagi orang Korea sebagai gunung, dan bagi Muslim sebagai gema bunyi. Dua dunia bertemu dalam satu suara. Kami menyukai kebetulan ini.
Catatan rasa hormat: halal bukan sekadar 'kemurnian' dalam arti kabur. Ia merujuk pada aturan spesifik yang ditetapkan oleh syariat Islam. HallaScan adalah alat yang menghormati aturan-aturan tersebut, bukan yang berusaha mendefinisikannya kembali.
HallaScan memeriksa kehalalan makanan, kosmetik, dan produk sehari-hari asal Korea. Foto bagian depan dan belakang kemasan — AI kami membaca nama produk dan daftar komposisi, lalu mencocokkannya dengan sumber resmi pemerintah Korea (registri pangan MFDS, sertifikasi HACCP, basis data ternak dan obat) serta mesin aturan lokal kami berisi 420+ bahan haram dan mushbooh. Setiap hasil melewati verifikasi tiga lapis: basis data publik + analisis AI + laporan komunitas. Saat ragu, kami memilih berhati-hati dan menandai produk sebagai mushbooh.
Dimulai di Jeju, dibangun untuk setiap Muslim yang tinggal di Korea.